Pelajar merupakan seseorang yang sedang
belajar (menuntut ilmu). Kategori usia pelajar adalah remaja. Remaja
adalah suatu proses transisi/peralihan untuk tumbuh menjadi dewasa
dimana seseorang sedang dalam proses menuju kematangan mental, emosional
sosial dan fisik.
Pada saat era globalisasi yang modern
ini pelajar sangatlah dihadapkan dengan “kegalauan”, dimana Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) sangat berpengaruh dan mudah untuk
diakses diantaranya adalah media internet. Siapapun, kapanpun dan
dimanapun itu setiap orang dapat mengaksesnya. Khususnya, media internet
sangat membantu pelajar untuk mempelajari ataupun mengetahui informasi
seputar lingkungan, pelajaran dan sesuatu yang belum diketahuinya.
Perlu ditekankan INTERNET yang saya bahas disini bukan singkatan dari Indomi Telor Kornet
(Bacanya relax aja ya kawan). Menurut Wikipedia, Internet (kependekan dari interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaidah ini dinamakan internetworking (“antarjaringan”).
Berdasarkan perhitungan Asosiasi
Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) terdapat sekitar 25 juta
pengguna internet. Peningkatan pengguna internet diprediksi akan terus
meningkat sekitar 25 persen setiap tahunnya. Departemen Komunikasi dan
Informatika mengemukakan, sekitar 50% penduduk Indonesia pada tahun 2015
yang diperkirakan berjumlah 240 juta jiwa, atau sebanyak 120 juta jiwa,
diharapkan sudah terhubung dan mampu menggunakan internet. Harapan
tersebut sesuai dengan deklarasi World Summit On Informastion Society
(WSIS) tahun 2003, dengan point terpentingnya adalah pada tahun 2015
sekitar 50% penduduk dunia harus memiliki akses informasi yang terhubung
dan mampu menggunakan internet. Sebuah data menunjukkan bahwa dari
jumlah pengguna internet di atas, rata-rata pengguna internet di
perkotaan 60% adalah di bawah 30 tahun. Artinya, para pengguna itu
adalah anak-anak dan remaja. Internet pun lalu berpengaruh terhadap
perkembangan dan pertumbuhan mereka, khususnya para remaja.
Sebelum anda melanjutkan membaca artikel, pahamilah teks berikut “Dimana ada positif pasti ada negatif, dimana ada negatif pasti ada positif.”
Dampak Positif Internet bagi pelajar
Pada saat ini, internet sangat
diperlukan dalam mendukung kegiatan belajar mengajar terutama pada
bagian informasi biasanya berkaitan dengan pelajaran dan tugas sekolah.
Dahulu informasi hanya bisa didapat dengan membaca buku dan Koran atau
mendengarkan televisi dan radio. Akan tetapi berbeda dengan sekarang,
hanya dengan mengetik kata kunci pada search engine maka milyaran
informasi akan muncul sesuai dengan kata kunci tersebut. Tidak sedikit
dan tentunya banyak pelajar saat ini sudah menguasai bagaimana cara
menggunakan internet.
Dampak positif internet bagi pelajar
lainnya adalah bagi yang hobi tulis menulis dapat mempublikasikannya
lewat blog. Namun juga harus diperhatikan etika dan aturannya, sehingga
tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan. Tulisan pada internet akan
menjadi refrensi sepanjang masa dengan sistem internet yang 24 jam non stop. Dan diharapkan dapat bermanfaat dari generasi ke generasi.
Tentu saja media internet menjadi
pilihan bagi pelajar yang mengasyikan. Praktis dan efisien menjadi
pertimbangan utama. Selain itu kecepatan dan keakuratan informasi juga
mempengaruhi. Selain itu pelajar dapat mengembangkan bakat dan minat di
bidang Internet, seperti halnya membuka usaha online disamping tidak
melanggar hak dan kewajiban seorang pelajar. Pelajar tidak perlu
menunggu tokonya untuk melayani konsumen, hanya dengan menentukan
ketentuan dan persyaratan bagi konsumen barang sudah dapat dikirim.
Jejaring sosial yang popular di kalangan
pelajar seperti email, facebook, twitter juga merupakan hal penting
bagi pelajar untuk kemudahan akses berkomunikasi terutama bagi pelajar
sekolah menengah pertama dan menengah atas. Selain itu, jejaring sosial
diyakini dapat meningkatkan rasa solidaritas antar sesama. Pelajar dapat
berteman dengan siapapun dan dapat mengasah kemampuan berbahasa.
Berikut beberapa manfaat internet secara umum bagi pelajar :
- Internet sebagai media mencari informasi;
- Media komunikasi;
- Media pertukaran data;
- Media kemudahan bertransaksi;
- Media publikasi.
Dampak Negatif Internet bagi pelajar
Dampak negatif penggunaan internet secara umum :
- Hacking : adalah menerobos program komputer milik orang/pihak lain.
- Phising : adalah kegiatan memancing pemakai komputer di internet (user) agar mau memberikan informasi data diri pemakai (username) dan kata sandinya (password) pada suatu website yang sudah di-deface.
- Cracking : adalah hacking untuk tujuan jahat.
- Carding : adalah berbelanja menggunakan nomor dan identitas kartu kredit orang lain, yang diperoleh secara ilegal, biasanya dengan mencuri data di internet
- Defacing : adalah kegiatan mengubah halaman situs/website pihak lain.
- Spamming : adalah pengiriman berita atau iklan lewat surat elektronik (e-mail) yang tak dikehendaki. Spam sering disebut juga sebagai bulk e-mail atau junk e-mail alias “sampah”.
- Malware : adalah program komputer yang mencari kelemahan dari suatu software. Umumnya malware diciptakan untuk membobol atau merusak suatu software atau operating system.
Adapun dampak negatif penggunaan internet di kalangan pelajar:
1. Pornografi
Pornografi sering terjadi pada kalangan
anak-anak dan remaja. Kemungkinan sifat anak-anak dan remaja yang cukup
lugu atau polos yang belum begitu tahu mana yang benar dan salah
menjadikan mereka sebagai target dalam kejahatan ini. Disamping juga
pelaku ingin merusak moralitas generasi muda. Sangat memprihatinkan
sekali karena pada usia ini, anak-anak dan remaja sedang mengalami
perkembangan pada bagian otak depan. Sedangkan otak depan adalah pusat
untuk melakukan perencanaan dan penilaian yang akan memerintahkan tubuh
melakukan sesuatu.
Ketika seorang anak sudah mengalami
kecanduan maka susah untuk menghentikannya dan pasti akan mengulanginya
kembali. Anak selalu dibayang-bayangi oleh kesalahan, dalam keadaan ini
otak akan berputar 2,5 kali lebih cepat dibanding pada keadaan normal.
Sehingga menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan anak tidak baik.
Berbagai peristiwa pornografi yang dilihatnya akan selalu terbayang dan
sulit untuk dilupakan.
Media internet memang sangat membantu
manusia dalam kegiatan berkomunikasi dan informasi. Akan tetapi jika
disalahgunakan maka internet akan bertolak belakang atau merusak.
Berdasarkan hasil survey, Indonesia berada pada urutan ke tujuh (7)
pengunduh film porno terbesar di dunia. Pengunduh situs porno di
Indonesia, didominasi oleh pemuda, remaja bahkan anak dibawah umur.
Kebanyakan situs porno di unduh melalui warnet (warung internet), karena
mereka takut ketahuan oleh orang tua jika mereka melakukannya di rumah.
Maraknya kasus-kasus kejahatan seksual
yang dilakukan oleh anak-anak dan remaja seperti seks bebas, hamil
diluar nikah, aborsi, pelecehan, dan penyakit kelamin sudah tidak asing
lagi bagi telinga kita. Berbagai dampak buruk dari pornografi telah
merusak moral generasi penerus bangsa terutama pelajar.
2. Ketergantungan/Kecanduan Bermain Game Online
Silahkan klik pada alamat berikut :
3. Ketergantungan/Kecanduan Jejaring Sosial
Mempunyai akun facebook atau twitter
merupakan hal wajib bagi kalangan pelajar buktinya 61.1% pengguna
internet khususnya facebook di dominasi oleh para remaja usia 14-24
tahun. Bagi seseorang yang kecanduan menganggap jejaring sosial sebagai
tempat mengadu atau curhat, tempat mencari jodoh/pacar, tempat
bersenang-senang (bermain game poker), dan terkadang ada yang menjadikan
jejaring sosial sebagai tempat menipu orang. Pada akhirnya
tujuan utama dalam menggunakan jejaring sosial dikesampingkan. Berikut
beberapa dampak negatif jejaring sosial bagi pelajar:
- Tidak peduli terhadap lingkungannya
- Boros
- Mengganggu kesehatan
- Kurangnya kemampuan bersosialisasi
- Rawan terjadi kejahatan
Seseorang yang menjiplak tanpa
mencantumkan sumber adalah seorang plagiat dan tindakan ini disebut
plagiarisme. Malas untuk menulis (berkarya) tetapi ingin dianggap ahli
dan pintar dalam menulis (berkarya) merupakan alasan umum ketika
seseorang menjiplak hak cipta/karya seseorang. Sangat disayangkan sekali
ketika plagiarisme ini merajalela, kreatifitas anak bangsa secara tidak
langsung tapi pasti akan menurun, rendahnya rasa kepercayaan terhadap
seseorang dan munculnya rasa malas pada setiap orang.
“Ketika kita ingin dihargai orang lain
maka hargailah dulu orang lain” sebuah kalimat yang benar-benar harus
kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus menghargai dan
mengapresiasi berbagai karya-karya orang lain yang memang bermanfaat
bagi kita.
Pengaruh Internet Terhadap Perkembangan Remaja (Pelajar)
1. Perkembangan Fisik
Remaja pada usianya sedang mengalami
pertumbuhan mulai dari bentuk tubuh, otak, hormon dan lain-lain menuju
fisik orang dewasa. Internet dapat merangsang pertumbuhan seks seorang
remaja. Situs pornografi yang berisikan konten berbahaya secara tidak
langsung merangsang pertumbuhan seksualitas remaja yang buruk. Upaya
pencegahan harus segera dilakukan. Kecanduan dalam menggunakan internet
juga mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh.
2. Perkembangan Sosial
Remaja adalah saat dimana mereka mulai
dituntut bersikap mandiri dan harus dapat menyesuaikan diri terhadap
lingkungannya. Internet membantu remaja untuk melakukan proses
berkomunikasi dan bersosialisasi. Siapapun itu, berapa jauh jaraknya,
kapanpun dan dimanapun itu bukanlah halangan untuk bersosialisasi. Akan
tetapi menurut berbagai penelitian mengungkapkan bahwa seseorang yang
kecanduan internet akan memiliki sifat yang kurang peduli terhadap
lingkungan, dan tidak mau bertatap muka langsung.
3. Perkembangan Kognitif
Remaja sudah mulai dapat menentukan
berbagai aspek kognitifnya dan berkembang pola berpikirnya seperti
bagaimana ketika mereka menyelesaikan masalah, membuat rencana,
menuangkan ide-ide, dan menyikapi sebuah pilihan. Mereka mulai
mempertimbangkan dan mempertanyakan segala sesuatu yang akan dan sudah
dilakukan.
Internet dapat membantu remaja dalam
memperoleh informasi dan jawaban menghadapi suatu masalah. Tetapi
apabila seorang remaja telah kecanduan internet, maka internet akan
dijadikan satu-satunya sumber yang benar dalam menentukan segala hal.
Seorang remaja tidak bisa membedakan mana sesuatu yang nyata dan mana
sesuatu yang maya.
4. Perkembangan Emosional
“Masa muda masa yang berapi-api”
sepenggal lirik dari lagu bang haji Rhoma Irama yang menjelaskan remaja
memiliki tingkat emosi yang tinggi atau labil pada masanya. Remaja
sedang mencari tahu identitas dirinya. Internet terkadang menjadi
pelampiasan perasaan remaja seperti facebook dan twitter. Remaja dapat
mencurahkan berbagai isi perasaan tanpa dilarang sesuai dengan
keinginannya. Adapun dampak yang dapat mengganggu emosi remaja
diantaranya dapat mengakibatkan gangguan mental.
APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?
Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM)
harus lebih diutamakan ketimbang dengan pembangunan Infrastruktur.
Hebatnya Infrastruktur tergantung kepada bagaimana manusianya.
PELAJAR merupakan salah satu dari
SDM yang harus diberdayakan. Pendidikan yang berkualitas tentu menjadi
hak bagi seorang pelajar. Orang tua sebagai fasilitator hanya berharap
anaknya dapat belajar dengan baik sehingga menjadi anak yang cerdas,
pintar dan berakhlak mulia. Pelajarlah yang nantinya memegang dan
memimpin suatu bangsa. Baik buruknya suatu bangsa tergantung bagaimana
kondisi pelajar saat ini. Jika melihat pada sebuah kenyataan, sungguh
miris ketika banyak pelajar yang telah melakukan tindak kriminal atau
kenakalan remaja seperti tawuran, pelecehan seksual, tindakan mencontek,
plagiarisme, narkoba dan yang lainnya. Pelajar pada saat ini dituntut
agar bisa menghadapi era globalisasi yang modern ini yang tentunya
sangat berbeda seperti zaman dahulu.
Ada yang mengatakan internet memiliki
banyak sekali manfaat, tetapi ada juga yang mengatakan internet memiliki
banyak sekali dampak buruk. Hal ini tergantung bagaimana kita menyikapi
dan menggunakan internet. Ketika seseorang berpikiran bahwa internet
itu sangat merugikan dan berdampak buruk maka secara tidak langsung
seseorang itu akan menggunakan internet untuk hal-hal yang tidak baik.
Tetapi ketika seseorang berpikiran bahwa internet itu sangat bermanfaat
maka secara tidak langsung seseorang itu akan menggunakan internet untuk
hal-hal yang baik dan bermanfaat.
Menurut saya, ada beberapa hal yang
dapat kita lakukan untuk menghindari dampak buruk penggunaan internet
dan menerima sebanyak-banyaknya manfaat dari internet adalah sebagai
berikut:
- Meningkatkan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
- Merubah pola pikir terhadap internet, berpikirlah selalu positif.
- Membuka situs-situs yang memang dijamin aman dan menginstall software pelindung internet.
- Menggunakan internet sesuai dengan kebutuhan bukan sesuai keinginan.
- Mengelola dan membatasi penggunaan internet.
Selain itu ada peran khusus orang tua
untuk mengawasi dan memberikan penjelasan tentang internet. Karena
keluarga merupakan komunitas terkecil yang membentuk karakter anak. Akan
tetapi semua ini dapat terwujud apabila semua pihak bekerjasama.
TAHUKAH ANDA?
“Indonesia menduduki peringkat kedua
sesudah Negara Ukraine dalam penyalahgunaan internet dari 230 juta
penduduk Indonesia yang mengoperasikan teknologi internet, peringkat
tersebut tentunya sangat mengkhawatirkan sekali bagi masyarakat
Indonesia.” Sumber :
PELAJAR Indonesia pasti bisa dan harus
bisa menjadi generasi penerus berkualitas bagi nusa, bangsa, terutama
agama. Saya berharap ajang pemilihan Duta INSAN 2013 yang
diselenggarakan oleh KEMKOMINFO dapat memberikan yang terbaik bagi
Indonesia untuk MEWUJUDKAN INTERNET INDONESIA YANG SEHAT DAN AMAN!
Terimakasih atas perhatiannya. Mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan. “Tiada Gading Yang Tak Retak”
No comments:
Post a Comment